Lima Usaha di Desa yang Masih Sepi Kompetitor serta Potensial

18 Mar 2019 23:22
Tags

Back to list of posts

Dahulu, bagi orang yang tinggal di desa, berkeinginan belanja keperluan sehari-hari paling acap kali ya ke toko terdekat. Jika mau belanjanya lebih komplit, mereka bisa belanja dengan pergi ke kota. Baca beraneka informasi perihal usaha rumahan ibu rumah tangga disini.Ya, tetapi itu dahulu. Kini hampir semua keperluan serta layanan yang lazimnya terdapat di kota sudah tersedia di desa. Perkembangan teknologi yang semacam itu kencang tentu berdampak besar pada perkembangan perekonomian di desa.Nah, kali ini kita bakal mengulas seputar beberapa usaha yang menjanjikan yang bisa digeluti di kampung.MinimarketDulu minimarket hanya bisa ditemukan di tengah kota. Sekarang hampir di tiap-tiap kampung ada minimarket yang menjual segala kebutuhan sehari-hari. Ini menjadi kesempatan besar untuk Anda yang mau membuka bisnis minimarket di kampung.Kuota serta pulsaInternet masuk desa. Ya, ini ialah salah satu program pemerintah dahulu supaya warga yang tinggal di desa dapat terpapar serta merasakan layanan dunia online. Belum lagi teknologi gadget ketika ini yang memungkinkan para user dapat mengakses dunia maya melalui telpon pintar. Malahan beberapa besar hp hanya dapat beroperasi bila kuota internetnya mencukupi.Bengkel serta bahan bakar eceranSama dengan telepon pintar, warga di desa juga sudah banyak mempunyai kendaraan terutama sepeda motor. Ini bisa menjadi kesempatan cukup bagus untuk Anda dengan membuka bengkel serta juga jualan bahan bakar eceran.Jasa ekspedisiBisnis jasa ini juga cukup potensial. Pasalnya, banyak warga desa yang mengirim paket untuk anak maupun kerabat yang tinggal di luar kota. Banyak juga warga kampung yang mempunyai bisnis online serta membutuhkan jasa pengiriman paket. Nah, tak salah pula kan sekiranya Anda mencoba peruntungan bisnis jasa ekspedisi ini.Usaha onlineBanyak warga kampung yang membuka usaha online. Model paling sederhana ialah banyaknya para petani muda yang menjual aneka sayuran lewat online. Bukan itu saja, banyak juga warga desa yang menjadi pengrajin furnitur hingga makanan khas perkampungan yang dipasarkan menerapkan cara online.

Comments: 0

Add a New Comment

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License